Manusia
sebagai makhluk ekonomi bermoral kelas 7/II
Ringkasan
Materi.1. Makna manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang
bermoralDalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin hidup sendiri dalam
memenuhi kebutuhannya tanpabantuan orang lain, karena memang manusia diciptakan
Tuhan untuk saling berinteraksi, bermasyara kat/ bersilaturahmi dengan sesama
serta dapat saling tolong menolong dalam memenuhi kebutuhannya.Kebutuhan untuk
bermasyarakat atau berkumpul dengan sesama merupakan kebutuhan dasar
(naluri)manusia itu sendiri yang dinamakan Gregariousness. Maka dengan demikian
manusia merupakanmakhluk sosial ( Homo Socius) yaitu makhluk yang selalu ingin
berinteraksi dengan sesama/ bergaul. Adapun ilmu yang mempelajari manusia
sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidupbersama sesamanya dinamakan
ilmu sosiologi.Manusia dalam memenuhi kebutuhannya di ungkapkan oleh Adam Smith
( 1723-1790) dalam bukunya
yang
berjudul “ An Inquiry into the nature and causes of the wealth of nations”,
yaitu Manusia merupakan
makhluk
ekonomi ( Homo Economicus) yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa
yangdiperolehnya dan selalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi
kebutuhannya. (self Interest).Sebagai makhluk ekonomi manusia selalu bertindak
Rasional artinya selalu memperhitungkan sebabakibat (untung- rugi) dalam
mengambil suatu keputusan dalam rangka memenuhi kebutuhannyasehingga tidak
merugikan diri sendiri. Namun demikian makhluk ekonomi bukanlah makhluk egois
yanghanyaManusia dalam memenuhi kebutuhannyaguna mencapai
kemakmuran.mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Makhluk
ekonomicenderung menggunakan prinsip prinsip ekonomi dalam aktifitasnya
•
Homo homini lupus = manusia menjadi serigala b
agi
manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan/membuat kelicikan/ kejahatan
terhadap manusia lainnya.
•
Homo homini socius = manusia menjadi kawan bagi manusia lainnya.
•
Aristoteles (seorang filsuf yunani ) menyatakan bahwa manusia adalah makhluk
yang
selalu
hidupbermasyarakat. (zoon politicon).2. Ciri Ciri Manusia sebagai makhluk
sosial dan ekonomi yang bermoral.Manusia sebagai makhluk sosial memiliki naluri
untuk saling tolong menolong, setia kawan dan toleransiserta simpati dan empati
terhadap sesamanya. Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakatyang
baik, harmonis dan rukun, hingga timbullah norma, etika dan kesopan santunan
yang dianut olehmasyarakat. Bila hal hal diatas dilanggar atau terabaikan maka
terjadilah yang dinamakan penyimpangansosial.Manusia sebagai makhluk sosial memiliki
2 harat yaitu:1.Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia yang lain di
sekelilingnya ( Masyarakat).2.Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam
sekitarnya.Manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki Ciri- ciri
yaitu:1.Cenderung melakukan tindakan ekonomi atas dasar kepentingan
sendiri2.Cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien. ( selalu
memikirkan perbandingan antara apayang dikorbankan/ dikeluarkan dengan apa yang
akan dicapai / hasilnya.).
3.Cenderung
memilih suatu kegiatan /aktifitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan
yangdiinginkan.Ketiga kecenderungan ini disebabkan karena kebutuhan atau
keinginan manusia yang selalu bertambahsedangkan sumberdaya / pemuas kebutuhan
sifatnya terbatas. Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dalam
memenuhi kebutuhannya adalah: A.Faktor Intern:1.Sikap dan gaya
hidup2.Selera3.Pendapatan4.Intensitas kebutuhanB.Faktor
Ekstern1.lingkungan2.Adat istiadat3.Kebijakan pemerintah4.Mode /
Trend5.Kemajuan teknologi dan kebudayaan6.Keadaan alam3.Hubungan antara manusia
sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral.Manusia dalam memenuhi
kebutuhannya tak lepas dari hubungannya dengan orang lain, karena denganadanya
hubungan tersebut maka apa yang dibutuhkan mungkin dapat terpenuhi, sebagai
contoh;Manusia membutuhkan makan nasi maka ia harus pergi ke pasar untuk
membeli beras pada penjualberas, adapun penjual beras tentunya mendapatkan
beras (membelinya) dari para petani di desa.Hubungan jual beli ini tentunya
akan lebih baik dengan mengindahkan etika dan norma (Moral) yaitu
tidakmelakukan kecurangan dalam transaksi jual belinya. Seperti mengurangi
timbangan atau transaksidengan menggunakan sebagian uang palsu dan berbagai
bentuk kecurangan lainya.Bila terjadi kecurangan kecurangan tentunya hubungan
antar manusia tidak akan harmonis. Walaumanusia sebagai makhluk ekonomi yang
selalu ingin mementingkan diri sendiri dalam memenuhikebutuhannya namun tidak
dibenarkan untuk melakukan kecurangan dalam memperoleh apa
yangdiinginkannya.Manusia tidak boleh mengabaikan etika dan nilai nilai moral
didalam hubungannya dengan manusia lain(homo socius) dan dalam memenuhi
kebutuhannya (homo economicus).
Ekonomi
merupakan
salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang
berhubungandengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan
jasa. Isti
lah
“ekonomi” sendiriberasal dari kata Yunani ο
ἶ
κος
(oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos),atau
“peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan
rumah tangga”atau “manajemen rumah tangga.” Sementara y
ang
dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonomadalah orang menggunakan konsep ekonomi
dan data dalam bekerja.
Manusia
sebagai makhluk sosial dan Makhlukekonomi
Manusia
sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi
masalahekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah
kenyataan bahwa kebutuhanmanusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat
pemuas kebutuhan manusia jumlahnyaterbatas. Beberapa faktor yang memengaruhi
sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbedadengan jumlah kebutuhan orang lain:
Faktor
Ekonomi
Faktor
Lingkungan Sosial Budaya
Faktor
Fisik
Faktor
Pendidikan
Tindakan
, Motif , dan Prinsip Ekonomi
Tindakan
Ekonomi
Tindakan
ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling
baik danpaling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena
harga minyak tanahsangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu
:
Tindakan
ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang
palingmenguntungkan dan kenyataannya demikian.
Tindakan
ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang
palingmenguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
Motif
Ekonomi
Motif
ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan
tindakanekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:
Motif
Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas
kemauansendiri.
Motif
ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi
atasdorongan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar